Pertandingan Panas Aceh Ricuh, Pemain PSMS Jadi Korban

  • Whatsapp
Pertandingan
Source: Pineterest

AKTUALLIPUTAN6 – Pertandingan lanjutan Liga 2 musim 2023/2024 antara Persiraja Banda Aceh vs PSMS Medan yang digelar di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Sabtu (18/11/2023) malam, berakhir dengan skor imbang 0-0. Namun, laga tersebut diwarnai kericuhan usai pertandingan.

Kericuhan terjadi di luar lapangan, tepatnya di depan ruang ganti pemain. Kericuhan tersebut melibatkan suporter Persiraja dan oknum manajemen PSMS.

Bacaan Lainnya

Menurut keterangan saksi mata, kericuhan tersebut dipicu oleh aksi saling dorong antara suporter Persiraja dan oknum manajemen PSMS. Kericuhan semakin memanas setelah oknum manajemen PSMS diduga memukul pemain PSMS, Rachmad Hidayat.

Akibat pemukulan tersebut, kening Rachmad Hidayat mengalami benjolan. Rachmad pun dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Peristiwa kericuhan tersebut mendapat kecaman dari berbagai pihak. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, meminta agar pihak kepolisian segera mengusut kasus tersebut.

“Saya mengutuk keras aksi kekerasan yang terjadi di Stadion Harapan Bangsa. Saya minta pihak kepolisian untuk segera mengusut kasus tersebut dan menindak tegas pelakunya,” kata Iriawan.

Ketua Asprov PSSI Aceh, Nazaruddin, juga turut mengecam aksi kericuhan tersebut. Nazaruddin mengatakan bahwa aksi tersebut merusak citra sepak bola Indonesia.

“Saya sangat menyayangkan terjadinya aksi kericuhan tersebut. Aksi tersebut merusak citra sepak bola Indonesia,” kata Nazaruddin.

Sementara itu, pihak manajemen Persiraja membantah telah melakukan pemukulan terhadap Rachmad Hidayat. Manajer Persiraja, Nazaruddin, mengatakan bahwa pihaknya akan menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian untuk diselidiki.

“Kami akan menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian. Kami yakin bahwa pihak kepolisian akan mengusut kasus ini secara adil,” kata Nazaruddin.

Kasus kericuhan antara Persiraja dan PSMS ini menjadi catatan buruk bagi sepak bola Indonesia. Aksi kekerasan tersebut harus segera dihentikan agar tidak terulang kembali.(MIS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *