PT ASDP Terapkan Kebijakan Radius Pembatasan Pembelian Tiket Ferry Online

  • Whatsapp
pembelian tiket ferry online

AKTUALLIPUTAN6 – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan mulai memberlakukan radius pembatasan area pembelian tiket ferry online pada 11 Desember 2023. Kebijakan ini berlaku di empat pelabuhan penyeberangan utama di Indonesia, yaitu Pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk.

Radius pembatasan aksesibilitas pembelian tiket ferry online di masing-masing pelabuhan adalah sebagai berikut:

  • Pelabuhan Merak: 3 kilometer dari pintu masuk pelabuhan
  • Pelabuhan Bakauheni: 5 kilometer dari pintu masuk pelabuhan
  • Pelabuhan Ketapang: 7 kilometer dari pintu masuk pelabuhan
  • Pelabuhan Gilimanuk: 5 kilometer dari pintu masuk pelabuhan

Kebijakan ini diambil untuk menciptakan pelabuhan dan angkutan penyeberangan yang handal dan berkualitas. Dengan pembatasan ini, diharapkan dapat mengurangi kepadatan di area pelabuhan, meningkatkan keamanan dan keselamatan, serta memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pengguna jasa.

Pengguna jasa yang ingin membeli tiket ferry online diwajibkan untuk melakukan pemesanan dan pembelian tiket sejak jauh hari. Pembelian tiket dapat dilakukan melalui aplikasi Ferizy atau situs trip.ferizy.com.

Pada saat melakukan pembelian tiket, pengguna jasa akan diminta untuk mengaktifkan fitur GPS Location di perangkat selulernya. Jika pengguna jasa berada di radius pembatasan aksesibilitas, maka akan muncul pop-up error message saat menekan tombol Cari Jadwal.

Sekretaris Perusahaan ASDP Indonesia Ferry, Shelvy Arifin, mengimbau kepada pengguna jasa agar memastikan telah melakukan reservasi dan pembelian tiket sejak jauh hari. Pastikan juga koneksi dan fitur GPS Location telah aktif supaya tidak ada kendala saat memesan tiket.

“Kami mengimbau kepada pengguna jasa agar dapat menyesuaikan diri dengan kebijakan baru ini. Kami juga akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar informasi ini dapat diterima dengan baik,” kata Shelvy.

Kebijakan radius pembatasan aksesibilitas pembelian tiket ferry online ini merupakan salah satu upaya ASDP untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa. ASDP berharap kebijakan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Manfaat Kebijakan Radius Pembatasan Aksesibilitas

Kebijakan radius pembatasan aksesibilitas pembelian tiket ferry online ini memiliki beberapa manfaat bagi pengguna jasa, antara lain:

  • Mengurangi kepadatan di area pelabuhan

Dengan pembatasan ini, pengguna jasa yang ingin membeli tiket ferry online diwajibkan untuk melakukan pemesanan dan pembelian tiket sejak jauh hari. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan di area pelabuhan, terutama pada saat musim mudik dan arus balik.

  • Meningkatkan keamanan dan keselamatan

Dengan pembatasan ini, pengguna jasa yang ingin membeli tiket ferry online diwajibkan untuk berada di luar area pelabuhan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan keselamatan pengguna jasa, serta mencegah terjadinya tindak kriminalitas di area pelabuhan.

  • Memberikan pelayanan yang lebih baik

Dengan pembatasan ini, ASDP dapat fokus untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pengguna jasa. ASDP dapat mengatur arus lalu lintas kendaraan di area pelabuhan dengan lebih baik, sehingga pengguna jasa dapat lebih mudah mengakses pelabuhan.

Tantangan Penerapan Kebijakan Radius Pembatasan Aksesibilitas

Kebijakan radius pembatasan aksesibilitas pembelian tiket ferry online ini tentu memiliki tantangan tersendiri. Tantangan tersebut antara lain:

  • Masih ada pengguna jasa yang belum memahami kebijakan ini

ASDP perlu melakukan sosialisasi secara intensif kepada masyarakat agar informasi mengenai kebijakan ini dapat diterima dengan baik.

  • Adanya kemungkinan pengguna jasa yang akan membeli tiket di luar radius pembatasan

ASDP perlu melakukan pengawasan secara ketat di area pelabuhan untuk mencegah terjadinya pelanggaran terhadap kebijakan ini.

Secara keseluruhan, kebijakan radius pembatasan aksesibilitas pembelian tiket ferry online ini merupakan kebijakan yang positif. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa dan menciptakan pelabuhan dan angkutan penyeberangan yang handal dan berkualitas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *