6 Trik Jitu Supriyanto Hasilkan Puluhan Juta dari Budidaya Jambu Air

  • Whatsapp

Jambu air merupakan salah satu buah yang populer di Indonesia. Selain rasanya yang manis dan segar, jambu air juga memiliki kandungan vitamin C yang tinggi.

Budidaya jambu air bisa dilakukan di pekarangan rumah, lahan kosong, atau bahkan di dalam pot. Salah satu petani sukses yang berhasil membudidayakan jambu air dalam pot adalah Supriyanto, warga Kota Medan, Sumatera Utara.

Supriyanto memulai budidaya jambu air dalam pot sejak tahun 2019. Awalnya, ia hanya menanam beberapa bibit jambu air di halaman rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, ia semakin tertarik untuk mengembangkan budidaya jambu air dalam pot.

“Awalnya saya hanya iseng-iseng menanam jambu air di pot. Ternyata, hasilnya cukup bagus. Akhirnya, saya mulai mengembangkan budidaya jambu air dalam pot ini,” kata Supriyanto.

Supriyanto mengatakan, ada beberapa trik jitu yang ia gunakan untuk membudidayakan jambu air dalam pot agar cepat berbuah dan menghasilkan panen yang melimpah.

Pilih bibit yang berkualitas

Supriyanto mengatakan, pemilihan bibit merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya jambu air. Bibit yang berkualitas akan menghasilkan tanaman yang sehat dan berbuah lebat.

“Pilih bibit jambu air yang berasal dari indukan yang sehat dan produktif. Bibit juga harus berasal dari varietas yang unggul,” kata Supriyanto.

Gunakan pot yang tepat

Ukuran pot yang digunakan untuk budidaya jambu air dalam pot juga harus diperhatikan. Pot yang terlalu kecil akan menghambat pertumbuhan tanaman.

“Gunakan pot berukuran minimal 40 liter untuk bibit jambu air yang masih kecil. Jika tanaman sudah besar, bisa menggunakan pot berukuran 60 liter atau lebih,” kata Supriyanto.

Media tanam yang tepat

Media tanam juga berperan penting dalam budidaya jambu air dalam pot. Media tanam yang digunakan harus memiliki drainase yang baik agar tidak terjadi genangan air.

“Campurkan tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1. Media tanam juga harus diayak terlebih dahulu untuk menghilangkan kotoran,” kata Supriyanto.

Penyiraman yang tepat

Penyiraman merupakan salah satu perawatan penting dalam budidaya jambu air dalam pot. Penyiraman harus dilakukan secara rutin, terutama pada musim kemarau.

“Siram tanaman jambu air secara rutin, pagi dan sore hari. Jika musim kemarau, penyiraman bisa dilakukan lebih sering,” kata Supriyanto.

Pemupukan yang tepat

Pemupukan juga diperlukan untuk menjaga kesuburan tanaman jambu air. Pupuk yang digunakan bisa berupa pupuk organik atau pupuk anorganik.

“Pemberian pupuk organik bisa dilakukan setiap 2 bulan sekali. Pupuk anorganik bisa diberikan setiap bulan,” kata Supriyanto.

Pemeliharaan lainnya

Selain perawatan yang disebutkan di atas, ada beberapa perawatan lainnya yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan tanaman jambu air, seperti pemangkasan, pengendalian hama dan penyakit, serta pemanenan.

“Pemangkasan dilakukan untuk membentuk tajuk tanaman dan membuang cabang yang tidak produktif. Hama dan penyakit juga harus dikendalikan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman,” kata Supriyanto.

Supriyanto mengatakan, dengan menerapkan trik-trik jitu tersebut, ia berhasil menghasilkan panen jambu air yang melimpah. Dalam sekali panen, ia bisa menghasilkan sekitar 1.000 buah jambu air.

“Omset penjualan jambu air saya bisa mencapai puluhan juta rupiah setiap bulan,” kata Supriyanto.

Kisah sukses Supriyanto ini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat yang ingin memulai budidaya jambu air dalam pot. Dengan menerapkan trik-trik jitu yang tepat, budidaya jambu air dalam pot bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *