Kebangkitan Retro, Kaset Musik Mendominasi Kembali di Jepang

  • Whatsapp
Tren Retro Jepang

Kebangkitan RetroIndustri musik dunia telah mengalami pergeseran besar dengan munculnya layanan streaming digital. Namun, di tengah dominasi platform digital, Jepang mengalami kebangkitan mengejutkan dalam popularitas kaset musik. Kaset, yang pada awalnya dianggap sebagai peninggalan masa lalu, kini memikat generasi baru penggemar musik dengan sentuhan nostalgia dan karakter suara yang hangat.

Beberapa toko di Tokyo, ibu kota Jepang, mengambil langkah-langkah ekstra dengan memperluas bagian kaset mereka. Ini menjadi indikasi bahwa media perekam analog kembali meraih popularitas.

Salah satu contohnya adalah toko Tower Records di Shibuya, yang memperluas bagian kaset mereka pada September tahun lalu, menyediakan sekitar 3.000 kaset, enam kali lipat dari sebelumnya. Menariknya, peningkatan ini tidak hanya melibatkan kaset bekas, tetapi juga kaset-kaset baru.

Peningkatan Penjualan Kaset Baru dan Bekas

Eksekutif industri musik mencatat bahwa penjualan kaset, baik yang baru maupun bekas, tengah mengalami peningkatan. Populernya kembali kaset tidak hanya terbatas pada kalangan yang pernah mengalami era keemasan kaset pada tahun 1980-an, tetapi juga menjangkau generasi muda yang belum pernah merasakan era tersebut. Peningkatan minat ini juga mencakup pemain kaset baru yang baru-baru ini diluncurkan, menunjukkan bahwa kembali ke pengalaman analog menjadi tren yang signifikan.

Tower Records Shibuya sebagai Pusat Kaset

Tower Records Shibuya, salah satu toko musik terkemuka di Tokyo, telah menjadi pusat perhatian bagi pecinta kaset. Bagian kaset di toko ini menjadi magnet utama, terutama di antara orang-orang berusia 20-an dan 30-an. Kaset tidak hanya dilihat sebagai barang lama yang ditemukan kembali, tetapi juga sebagai barang baru dan lucu oleh generasi muda.

Menurut Ko Takeda, yang bertanggung jawab atas bagian kaset di Tower Records Shibuya, pembeli kaset bervariasi usianya dari remaja hingga orang berusia 50-an, dengan kelompok usia 30-an menjadi yang terbesar. Kaset dilihat sebagai sesuatu yang dapat dimiliki dan dirasakan secara fisik, memberikan nuansa yang berbeda dalam mendengarkan musik.

Kaset Sebagai Pilihan Analog yang Terjangkau

Peningkatan popularitas kaset sejalan dengan minat yang tumbuh terhadap piringan hitam. Meskipun begitu, daya tarik utama kaset tampaknya terletak pada harganya yang lebih terjangkau dibandingkan piringan hitam. Hal ini membuat kaset menjadi pilihan analog yang lebih mudah diakses oleh masyarakat, terutama di kalangan generasi muda yang mungkin belum memiliki perangkat pemutar musik khusus.

Takeda menekankan bahwa kaset adalah sesuatu yang dapat dimiliki dan dirasakan. Ini memberikan nilai lebih terkait dengan pengalaman mendengarkan musik, serta menawarkan solusi detoksifikasi digital yang sangat dibutuhkan di tengah kecanduan ponsel dan internet yang sering dikaitkan dengan isu kesehatan mental.

Daya Tarik Nostalgia dan Pengalaman Mendengarkan yang Unik

Tidak hanya dari segi harga, kaset menarik perhatian karena mampu membangkitkan nostalgia. Terutama bagi generasi muda yang tidak mengalami masa keemasan kaset, pemutaran musik melalui kaset memberikan sentuhan baru dan unik dalam mendengarkan lagu-lagu favorit. Mahasiswa berusia 21 tahun dari Kanagawa mengungkapkan bahwa meskipun ia sering mendengarkan musik melalui platform digital, kaset memberikan pengalaman mendengarkan yang lebih seksama.

Pentingnya pengalaman mendengarkan musik secara lebih hati-hati melalui kaset memberikan daya tarik tersendiri, dan hal ini tampaknya menjadi faktor utama di balik kebangkitan kembali kaset sebagai medium pilihan.

Pemutar Kaset Baru Menyemarakkan Tren

Tren kaset yang bangkit kembali juga diperkuat oleh diluncurkannya pemutar kaset baru. Beberapa produk pemutar kaset baru laris manis di pasaran, menunjukkan bahwa minat terhadap kaset tidak hanya berhenti pada koleksi lagu-lagu, tetapi juga melibatkan perangkat pendukung.

Dengan demikian, kebangkitan kembali kaset di Jepang bukan hanya fenomena nostalgia semata, melainkan juga menciptakan pasar baru bagi industri musik. Tidak hanya sebagai bentuk perlawanan terhadap era digital, kaset menghadirkan pengalaman mendengarkan musik yang lebih mendalam dan otentik bagi para penggemarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *